Memilih moge untuk pemula

Kawasaki Vulcan S 650

Kawasaki Vulcan S 650

Dear broders, Memiliki moge bagi sebagian orang (khususnya pria) merupakan impian. Begitu juga saya (SMB: solomotoblog).  SMB naik motor sejak kelas 2 SMP sampai beberapa tahun setelah lulus kuliah dan bekerja. Dan selama kurun waktu 12 tahun itu, motor yang SMB pakai tetap sama, Astrea 800 :). SMB bahkan belum pernah memiliki motor laki2. Kalo lihat teman pakai GLPro, RX King atau Binter Merzy (bagi braders yg beda generasi mungkin blm tahu, ini motor2 yang sangat populer pada jamannya), cuma bisa ngiler saja :).

Nah rupanya keinginan terpendam bertahun2 ini muncul pada akhir2 ini, gara2 keseringan baca blog2 motor yang penuh racun dan virus itu :). Makanya SMB mulai menimbang2 moge apa yang cocok, baik dari sisi penggunaan, lifestyle dan tentunya kantong yang pas-pasan :(.

Bagaimana SMB memilih motor? Berikut sharing SMB, tentu dari perspektif SMB yang SMB yakin berbeda dengan braders semua.

Untuk apa beli motor? Hmmm…alasannya sebetulnya nggak terlalu jelas. Yang jelas motor ini tidak digunakan untuk harian, paling hanya week end saja alias untuk hobi.

Trus bagaimana cara memilihnya? SMB mencoba mempertimbangkan dari berbagai aspek:

Yang pertama adalah tipe motor berdasarkan fungsi:

  • Supersport (ZX6R, GSXR600, dll). Motor2 ini memang cakep untuk dilihat, namun kalau dipakai di jalan2 Indonesia rasanya masih kurang nyaman, apalagi riding position-nya racy banget. Jadi opsi ini tidak atau belum SMB pilih.
  • Sport touring (Z1000, Z800, ER6F, CBR650F, dll). Bentuknya masih cukup cakep namun riding position-nya lebih bersahabat. Ini jadi opsi SMB.
  • Touring (Harley Davidson tipe touring). Ini motor2 yg dipakai jarak jauh, biasanya nyaman dan ‘besar’. Sayangnya tidak banyak pilihan.
  • Cruiser (HD cruiser, Kawasaki Vulcan, HD Street 500, dll). Ini motor duduknya nyaman banget, enak untuk jalan2 jarak menengah.
  • Dual purpose (CB500X, Versys).

Terus mau yang naked atau fairing? Kalau naked banyak yang keren dan macho, contoh Ducati Monster, Z800. Cuma kalo nggak ada fairing jadi kurang nyaman juga untuk jalan kencang.

Kapasitas mesin juga bisa dipertimbangkan. Tentu semakin besar kapasitas, motor akan semakin berat dan harga juga semakin tinggi. Untuk pemula seperti SMB, pakai motor yang berat masih belum pede.

Jumlah silinder. Tentu mesin 4 silinder lebih ‘merdu’ dibanding 2 silinder. Selain itu 2 silinder HD juga suaranya berbeda dengan motor lain.

Nah dari berbagai variable diatas, saya akhirnya memilih Kawasaki Vulcan S 650, dengan pertimbangan:

Pro

  • Tipe cruiser, lebih nyaman digunakan dan lebih cocok untuk seumuran saya.
  • Seat height sangat pendek, kaki menapak sempurna sehingga semakin pede mengendarai untuk pemula seperti saya (tinggi badan 166cm).
  • Jaringan after sales ada di kota saya, Solo, sehingga untuk perawatan tidak khawatir.
  • Ada asesorisnya (OEM) sehingga bisa didandani sesuai selera.
  • Budget masih bisa dijangkau, walau pas-pasan.

Cons

  • Masih 2 silinder.
  • Mesin sama dengan ER6N, sehingga walau ganti knalpot-pun suara akan sama dengan ER6N bahkan mirip Ninja.
  • Warna terbatas, yang ada di dealer itu yang bisa dibeli.

Demikian, akhirnya saya meminang Vulcan S 650cc warna grey.

Bagaimana dengan anda? Semoga bermanfaat!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *